Cara Mendapatkan ID Scopus

Cara mendapatkan ID Scopus dengan mudah dan cepat adalah langkah penting bagi peneliti, dosen, mahasiswa S2/S3, maupun profesional akademik yang ingin dikenal di dunia ilmiah. ID Scopus bukan sekadar nomor identitas, tetapi menjadi bukti bahwa Anda memiliki rekam jejak publikasi di database internasional bergengsi, yaitu Elsevier Scopus. Banyak akademisi mengalami kebingungan karena tidak tahu bahwa ID Scopus tidak dibuat secara manual, melainkan muncul otomatis setelah artikel berhasil terindeks Scopus.

Di sisi lain, banyak dosen yang ingin mengajukan kenaikan jabatan fungsional akademik, seperti Asisten Ahli, Lektor, dan Profesor, tetapi terkendala karena belum memiliki ID Scopus atau tidak tahu cara mengklaimnya di sistem. Hal ini juga sering menjadi hambatan dalam melengkapi profil di SINTA, Google Scholar, ORCID, ResearchGate, maupun Publons. Akibatnya, rekam jejak publikasi menjadi tidak teratur dan tidak saling terhubung.

Artikel ini akan membahas langkah praktis dan strategi efektif agar Anda tahu cara mendapatkan ID Scopus tanpa kerumitan. Anda akan mempelajari cara mengecek keberadaan ID Scopus, cara klaim profil, cara menghubungkan ke platform penelitian lain seperti ORCID, hingga bagaimana memastikan artikel yang Anda kirim berpotensi besar diterima oleh jurnal terindeks Scopus.

Di dalam artikel ini, Anda juga akan menemukan contoh kasus nyata, kesalahan umum yang dilakukan peneliti pemula, serta tips untuk mempercepat peluang mendapatkan ID Scopus melalui publikasi ilmiah yang baik. Mari mulai dengan pemahaman sistem dan langkah strategisnya.

Fungsi ID Scopus dalam Akademik

ID Scopus adalah identitas digital resmi yang digunakan untuk memverifikasi publikasi Anda di database Scopus. Sistem ini memungkinkan:

  • Pelacakan sitasi (citation tracking)
  • Pengukuran kinerja publikasi melalui h-index
  • Pemetaan kolaborasi penelitian global
  • Integrasi dengan sistem akademik seperti SINTA, ORCID, Google Scholar, dan research portfolio lainnya

Contohnya, seorang dosen bernama Dr. Rahmawati awalnya tidak menyadari bahwa ia sudah memiliki dua ID Scopus karena nama penulis yang berbeda (Rahmawati, Rahma W., R. Wati). Setelah menggabungkan ID tersebut melalui layanan Scopus Author Feedback Wizard, h-index beliau meningkat dari 2 menjadi 4. Ini menunjukkan pentingnya manajemen identitas akademik.

Cara Mendapatkan ID Scopus dengan Mudah dan Cepat

1. Memahami Syarat Agar Mendapatkan ID Scopus

Syarat utama agar mendapatkan ID Scopus adalah memiliki publikasi yang berhasil terindeks di jurnal Scopus. ID tidak bisa dibuat manual seperti akun sosial media atau email.

Beberapa kriteria jurnal yang diterima Scopus:

  • Double-blind peer review
  • Standar etika publikasi COPE
  • Editor dan reviewer berasal dari berbagai negara
  • Konsistensi penerbitan
  • Artikel memiliki kontribusi ilmiah

Jika Anda belum memiliki publikasi, langkah pertama adalah memilih jurnal Scopus yang sesuai bidang, mempelajari author guideline, dan menyesuaikan format penulisan.


2. Langkah Praktis Mengecek Apakah Anda Sudah Memiliki ID Scopus

Berikut langkah lengkap:

  1. Buka halaman Scopus Author Search
  2. Ketik nama lengkap sebagaimana tertulis dalam artikel
  3. Masukkan afiliasi (universitas atau institusi)
  4. Tekan Search
  5. Jika nama Anda muncul, berarti ID Anda sudah tersedia

Di sini, penting untuk memperhatikan variasi nama. Banyak kasus di mana nama akademisi terpecah menjadi beberapa ID karena versi penulisan yang berbeda.


3. Cara Mengklaim dan Mengelola Profil Scopus

Jika ID ditemukan, langkah selanjutnya adalah klaim akun agar dapat mengedit profil dan menyambungkan ke sistem lain.

Tahapannya:

  • Klik Claim This Profile
  • Login atau buat akun Elsevier
  • Verifikasi email institusi
  • Edit data seperti afiliasi, nama lengkap, ORCID ID
  • Submit perubahan

Proses validasi biasanya memakan waktu 3–10 hari kerja.


4. Tips Agar Artikel Cepat Terindeks Scopus

Beberapa strategi yang terbukti efektif:

  • Gunakan kerangka metodologi yang jelas (contoh: SEM, PLS, fenomenologi, model machine learning)
  • Kutip minimal 70% sumber referensi jurnal 5 tahun terakhir
  • Sertakan data primer yang valid
  • Perhatikan plagiarism score maksimal 10–15%
  • Gunakan template jurnal dengan benar

Data 2024 dari Elsevier menunjukkan bahwa publikasi dengan kolaborasi internasional memiliki peluang 68% lebih tinggi diterima di jurnal terindeks Scopus.


5. Integrasikan ID Scopus dengan Platform Akademik Lain

Menghubungkan ID ke platform lain meningkatkan kredibilitas dan visibilitas publikasi.

Beberapa platform pendukung:

Platform AkademikFungsi
ORCIDMenyimpan identitas peneliti
Google ScholarIndexing dan tracking sitasi
SINTA KemdikbudPenilaian kinerja publikasi dosen di Indonesia
ResearchGateNetworking penelitian

Ini juga memudahkan sistem mendeteksi karya Anda secara otomatis dan menghindari duplikasi identitas.

Layanan PendampIngan Penuh untuk Penerbitan ID Scopus

Kami hadir membantu pendaftaran resmi ID Scopus dengan proses yang mudah, cepat, dan terpercaya.

✨ Layanan Kami:
✅ Pendampingan pendaftaran ID Scopus resmi
✅ Panduan step-by-step hingga akun aktif
✅ Konsultasi personal untuk optimasi profil Scopus

📚 Dengan ID Scopus, riset dan publikasi Anda lebih diakui di tingkat global!

📩 Hubungi kami sekarang dan dapatkan profil Scopus resmi Anda tanpa ribet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *