Ciri-Ciri Jurnal Discontinu

Apa Itu Jurnal Discontinu?

Jurnal discontinu adalah publikasi ilmiah yang sudah tidak lagi aktif atau berhenti menerbitkan artikel baru. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti masalah pendanaan, kurangnya kontribusi artikel, atau kebijakan penerbitan yang berubah. Kamu yang nggak mau ribet pilih-pilih jurnal mana yang sudah discontinu atau masih aktif serahkan saja kepada kami yang ahli pada bidangnya. PT. Kolaborasi Teman Menulis profesional dalam mempublikasikan artikel jurnal nasional dan internasional. Info lengkapnya bisa Klik Disini.

ID Scopus

Mengapa Penting Mengetahui Jurnal Discontinu?

Mengetahui apakah suatu jurnal masih aktif atau sudah discontinu sangat penting bagi akademisi dan peneliti. Berikut beberapa alasan utama:

  • Menghindari referensi usang: Menggunakan jurnal yang sudah tidak aktif dapat membuat penelitian kurang relevan.
  • Menjaga kredibilitas akademik: Publikasi dalam jurnal yang sudah discontinue bisa berdampak negatif pada rekam jejak ilmiah.
  • Menghindari jurnal predator: Beberapa jurnal yang berhenti terbit mungkin memiliki sejarah yang kurang baik dalam proses peer review.

Ciri-Ciri Jurnal Discontinu

1. Tidak Ada Publikasi Baru dalam Beberapa Tahun

Jurnal yang tidak lagi menerbitkan artikel dalam dua hingga tiga tahun terakhir kemungkinan besar telah discontinue. Hal ini dapat dicek melalui database jurnal seperti SINTA, Scopus, atau Google Scholar.

2. Situs Web Tidak Aktif atau Tidak Diperbarui

Jurnal yang masih aktif biasanya memiliki situs web yang terus diperbarui dengan edisi terbaru. Jika halaman jurnal tidak dapat diakses atau tidak memiliki update terbaru, ini bisa menjadi tanda jurnal sudah tidak berlanjut.

3. ISSN Tidak Terdaftar atau Ditarik

ISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor unik untuk identifikasi jurnal. Jika ISSN jurnal sudah tidak aktif atau ditarik dari database internasional, ini menandakan jurnal telah discontinue.

4. Peringkat SINTA atau Indeksasi Scopus Menghilang

Jurnal yang terdaftar di SINTA, Scopus, atau Web of Science akan kehilangan peringkatnya jika tidak lagi aktif. Jika jurnal yang Anda referensikan tiba-tiba menghilang dari database ini, maka ada kemungkinan besar jurnal tersebut discontinue.

5. Tidak Ada Informasi Call for Paper

Jurnal aktif selalu mengumumkan Call for Paper secara berkala. Jika tidak ada panggilan untuk pengiriman artikel dalam waktu yang lama, ini bisa menjadi tanda jurnal sudah tidak aktif.

Dampak Menggunakan Jurnal Discontinu

1. Menurunkan Kualitas Penelitian

Menggunakan referensi dari jurnal yang sudah discontinue dapat menyebabkan penelitian Anda dianggap kurang kredibel.

2. Potensi Ditolak oleh Reviewer

Banyak jurnal terkemuka tidak menerima referensi dari sumber yang sudah tidak aktif, karena dapat berdampak pada kualitas dan relevansi penelitian.

3. Kesulitan dalam Verifikasi Data

Artikel dalam jurnal discontinu sering kali tidak dapat diakses atau ditemukan kembali, sehingga sulit untuk memverifikasi data yang digunakan.

Cara Menghindari Jurnal Discontinu

1. Cek Database Resmi

Selalu periksa status jurnal di database resmi seperti:

  • SINTA (untuk jurnal Indonesia)
  • Scopus
  • Web of Science
  • Google Scholar

2. Periksa Frekuensi Publikasi

Pastikan jurnal memiliki publikasi yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Jika jurnal sering absen dalam menerbitkan edisi baru, ini bisa menjadi tanda peringatan.

3. Hubungi Editor atau Penerbit

Jika Anda ragu apakah jurnal masih aktif, coba hubungi editor atau pihak penerbit untuk mendapatkan informasi langsung.

Informasi lengkap yang mudah dan praktis serta pendampingan penuh mulai dari submit hingga terbit bisa langsung konsultasikan naskah anda kepada ahlinya dengan Klik Disini.

ID Scopus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *