Solusi mudah untuk nama ganda di Scopus menjadi salah satu topik penting bagi para peneliti, dosen, dan akademisi yang aktif melakukan publikasi ilmiah. Banyak peneliti tidak menyadari bahwa Scopus memiliki sistem indeksasi yang sensitif terhadap variasi nama. Misalnya, penambahan gelar, perbedaan format nama depan-belakang, penggunaan huruf kapital, atau perbedaan penulisan afiliasi dapat menyebabkan munculnya multiple author profiles atau nama ganda.
Nama ganda di Scopus bukan sekadar masalah teknis. Dampaknya cukup serius. Publikasi yang tersebar pada beberapa profil berbeda akan memengaruhi perhitungan skor sitasi (citation count), h-index, dan integritas rekam jejak akademik. Kondisi ini tentu dapat menghambat pengajuan kenaikan pangkat, usulan jabatan akademik, maupun proses administratif seperti BKD, sertifikasi dosen, atau pengajuan hibah penelitian.
Masalah ini biasanya muncul tanpa disadari, dan sebagian peneliti merasa kebingungan bagaimana cara memperbaikinya. Padahal, Scopus menyediakan beberapa prosedur resmi untuk memperbaiki, menggabungkan, atau memperbarui profil penulis yang terduplikasi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap solusi mudah untuk memperbaiki nama ganda di Scopus. Pembahasan mencakup penyebab nama ganda, cara memeriksa profil duplikasi, langkah mengajukan penggabungan profil melalui Elsevier Author Support, hingga praktik terbaik agar masalah ini tidak terulang. Dengan membaca artikel ini sampai selesai, pembaca akan mendapatkan panduan teknis yang jelas dan mudah diterapkan—meskipun belum pernah melakukan prosedur ini sebelumnya.
Penyebab Nama Ganda di Scopus dan Dampaknya pada Profil Peneliti
Variasi Penulisan Nama sebagai Penyebab Utama
Salah satu penyebab utama munculnya nama ganda di Scopus adalah adanya variasi penulisan nama oleh jurnal tempat penulis mempublikasikan artikelnya. Misalnya, dalam satu artikel tertulis “Nur Aisyah Fathimah”, sementara di artikel lain tertulis “Fathimah, N.A.” atau bahkan “Nurfatimah”. Variasi ini sering terjadi pada penulis dari negara dengan struktur nama kompleks seperti Indonesia, Malaysia, India, dan negara Timur Tengah.
Akibat dari variasi penulisan ini, sistem Scopus membaca nama sebagai entitas yang berbeda meskipun berasal dari orang yang sama. Beberapa studi menunjukkan bahwa lebih dari 35% penulis di Asia Tenggara pernah mengalami masalah duplicate author profile karena faktor ini.
Perbedaan Afiliasi dan Format Metadata Jurnal
Selain variasi nama, perbedaan penulisan institusi atau perubahan tempat bekerja dapat menyebabkan sistem menampilkan profil baru. Misalnya:
- Universitas Negeri Yogyakarta → UNY
- Universitas Negeri Yogyakarta → Yogyakarta State University
Meskipun tampak sama, metadata yang berbeda membuat sistem membaca afiliasi tersebut sebagai identitas penulis baru.
Selain itu, jurnal yang belum terstandarisasi dan kurang disiplin terhadap format metadata sering kali memberikan kontribusi terbesar terhadap masalah ini.
Dampak Serius: Sitasi Tidak Terakumulasi
Ketika nama penulis terdaftar ganda di Scopus, sitasi dan publikasi tidak tergabung dalam satu profil utama. Dampaknya:
- H-index dapat turun drastis
- Publikasi tampak lebih sedikit dari yang sebenarnya
- Penilaian kinerja akademik menjadi tidak akurat
- Pengajuan jabatan akademik bisa tertunda
Dalam beberapa kasus, dosen yang seharusnya sudah memenuhi syarat Guru Besar harus menunggu lebih lama hanya karena indeks Scopus tidak akurat akibat adanya nama ganda.
Untuk itu, memahami penyebab dan solusinya merupakan langkah penting yang tidak dapat diabaikan.
Solusi Mudah Mengatasi Nama Ganda di Scopus
Cek Profil Ganda dengan Scopus Author Lookup
Langkah pertama adalah memastikan apakah benar terdapat lebih dari satu profil Anda di Scopus. Caranya sangat mudah:
- Masuk ke laman Scopus Author Search.
- Ketik nama lengkap atau ORCID Anda.
- Cocokkan daftar publikasi dan afiliasi yang muncul.
Jika terdapat dua atau lebih profil dengan nama mirip dan sebagian publikasi Anda tersebar di dalamnya, berarti Anda mengalami duplikasi author profile.
Sebagai contoh kasus:
Seorang dosen bernama Ari Kurniawan, peneliti dari Universitas Lampung, mendapati publikasinya tersebar di tiga profil berbeda karena dalam satu jurnal tertulis “A. Kurniawan“, artikel lainnya “Kurniawan, Ari“, dan di satu jurnal internasional tertulis “Arie Kurniawan“.
Profil tersebut mengakibatkan:
| Profil | Jumlah Publikasi | Sitasi | H-Index |
|---|---|---|---|
| Profil 1 | 4 | 16 | 2 |
| Profil 2 | 3 | 5 | 1 |
| Profil 3 | 1 | 0 | 0 |
Menghubungi Scopus Author Support untuk Penggabungan Profil
Setelah menemukan profil ganda, langkah berikutnya adalah mengajukan request merge melalui Elsevier Support Form. Formulir ini disediakan secara resmi dan tidak dikenakan biaya.
Format isian umumnya mencakup:
- Nama penulis sesuai yang benar
- ORCID ID (opsional, tetapi sangat dianjurkan)
- Daftar URL Scopus Author ID yang ingin digabungkan
- Bukti tambahan (misalnya sertifikat kepegawaian atau email institusi resmi)
Proses ini membutuhkan waktu 7–21 hari kerja tergantung kompleksitas kasus.
Menghubungkan ORCID untuk Mencegah Duplikasi
ORCID adalah identitas digital peneliti yang sangat direkomendasikan untuk mencegah kesalahan metadata. Dengan menghubungkan ORCID ke Scopus, sistem akan otomatis mengenali identitas penulis meskipun format nama berbeda.
Beberapa universitas di Indonesia sudah menjadikan ORCID wajib untuk dosen, terutama dalam pembaruan SISTER, BKD, dan pengajuan jabatan akademik.
Baca Juga : Cara Mendapatkan ID Scopus


